Efek Perdagangan Internasional

Efek Terhadap Konsumsi
Efek Terhadap Produksi


Efek Terhadap Konsumsi

Akibat langsung dari perdagangan internasional, terbukanya pasar besas dan menimbulkan tatanan dunia baru ekonomi internasional, dengan produk-produk baru yang mengarah pada pola-pola paradigma neoliberalisem yang mengakibatkan negara-negara yang sedang berkembang secara tidak langsung tidak dapat memperluas ekspor mereka, malah mereka sebaliknya memerlukan impor barang-barang investasi dan menanggung resiko untuk
penghamburan sumber-sumber valuta asing mereka melalui impor karena penggunaan kenaikan money income mereka. Negara-negara tersebut bahkan
harus meminjam dari luar negeri.

Tetapi, sangat disayangkan dana yang tersedia dana adalah terbatas, lagi pula tidaklah tepat bila pinjaman itu digunakan untuk pembiayaaan konsumsi, maka itu, demikian menurut Dr. Rault Prebisch, bahwa perkembangan ekonomi yang sebaik-baiknya harus disertai dengan rencana pengganti impor, berupa pembagunan industri-industri domestik untuk menghasilkan barang-barang konsumsi yang biasanya diimpor, dan melakukan perlindungan melalui pengawasan impor selam industri-industrinya belum dewasa.

Ternayata banyak persoalan-persoalan lainnya disamping penggantian impor. Perencanan-perencana ekonomi diharapkan pada sumber-sumber yang terbatas, terutama untuk investasi. Apakah sumber-sumber modal sebaiknya dialokasikan pada industri-industri ekspor, atau kepada proyek-proyek soaial seperti jalan-jalan kereta api, pembangkitan tenaga, irigasi yang akan memajukan ekspor? Atau terms of trade jangka panjang akan merugikan hasil-hasil produksi primer sehingga penting sekali untuk membatasi investasi di sektor tersebut mengguntungkan.

Prebisch dan lain-lain ahli ekonomi seperti Myrdal lebih menyetujui perkembangan ekonomi secara berencana dimana dicurahkan perhatian
yang terbatas pada hukum keuntungan komperatif. Sedang, Viner berpendapat bahwa negara-negara tersebut harus memperluas hal-hal yang oleh sistem harga ditunjukkan sebagai kesempatan-kesempatan yang menguntungkan, seperti di sektor agraria, pertambangan, manufaktur, ataupun di sektor industri jasa-jasa.

Alasan tidak disetujuinya perdagangan yang relatif bebas oleh negara-negara yang belum berkembang sebagian didasarkan pada argumen perlindungan industri-industri muda. Di samping itu ada pendapat-pendapat bahwa perdagangan bebas hanyalah untuk negara-negara yang sudah maju
yaitu negara-negara yang menemukan pendapatan pendapatan baru untuk mengendalikan persaingan.

Meskipun hukum keuntungan komparatif dalam ukuran yang statis memberikan dasar yang kuat untuk memberikan dasar yang kuat untuk spesialisasi dalam hasil produksi primer dan perdagangan bebas. Negara-negara yang belum maju harus memperhatikan dua hal berikut:

  1. Kemungkinan perubahan teknologi yang mungkin dapat menggantikan produksinya sepertti: karet sintetis, wol, sutra dan lain-lain.
  2. Instabilitas jangka pendek dari harga-harga bahan mentah.

Efek Terhadap Produksi

Perdagangan luar negeri mempunyai pengaruh yang kompleks terhadap sektor produksi di dalam negeri. Secara umum kita bisa menyebutkan empat
macam pengaruh yang bekerja melalui adanya:

  1. SpesialisasiKita telah melihat bahwa perdagangan internasional mendorong masing-masing negara ke arah spesialisasi dalam produksi barang di mana negara tersebut memiliki keunggulan komparatif yang penuh , sedangkan dalam kasus increasing cost terjadi spesialisasi yang tidak penuh. Yang perlu diingat adalah bahwa spesialisasi itu sendiri tidak membawa manfaat kepada masyarakat kecuali apabila disertai kemungkinan hasil produksinya dengan barang-barang lain yang dibutuhkan. Spesialisasi plus perdagangan bisa meningkatkan penda[patan real masyarakat, tetapi spesialisasi tanpa perdagangan mungkin justri menurunkan pendapatan real dan kesejahteraan masyarakat.
  2. Investasi SurplusInvestasi surplus ialah adanya perdagangan yang meningkatnya pendapatan real masyarakat, dengan pendapatanyanyang real yang lebih tinggi bearti negara tersebut mampu untuk menyisihkan dana sumber-sumber ekonomi yang lebih besar bagi investasi. Dengan adanya investasi yang lebih tinggi berarti laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi juga.
  3. Vent for SurplusKonsep ini adalah buah pikir dari Adam Smith, dimana perdagangan luar negeri membuka daerah pasar baru yang lebih luas bagi hasil-hasil dalam negeri. Produksi dalam negeri yang semula terbatas karena terbatasnya pasar di dalam negeri, sekarang bisa diperbesar lagi. Sumber-sumber ekonomi yang semula menganggur (surplus) sekarang memperoleh saluran (event) untuk bisa dimanfaatkan, karena adanya daerah pasar yang baru. Inti dari konsep ‘vent for surplus’ adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terangsang oleh terbukanya daerah pasar baru.
  4. Kenaikan produktifitasKenaikan Produktifitas ialah pengaruh yang diraskan sangat penting dari perdagangan luar negeri terhadap sektor produksi berupa
    peningkatan produktifitas dan efesiesnsi pada umumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: